Minggu, 18 Mei 2008

Memahami Struktur dan Elemen pada Bahasa Pemrogramman

- Penulis : Chendra Hadi S
- Publisher : IlmuKomputer.com
- Download : http://ikc.cbn.net.id/umum/chendra-pemrograman.php

Sejak dulu hingga sekarang, tentu kita mengetahui bahwa di dunia komputer terdapat beraneka ragam bahasa pemrograman. Karena begitu banyaknya jenis-jenis bahasa pemrograman, bahasa-bahasa tersebut juga dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu. Ada yang mengelompokkannya menjadi 3 level bahasa yaitu: high level (Seperti Pascal dan Basic), middle level (Seperti Bahasa C), dan low level (Seperti Bahasa Assembly). Ada juga yang mengelompokkannya menjadi procedural/functional programming, object oriented programming, dan sebagainya.

Namun pada dasarnya, bahasa-bahasa pemrograman tersebut memiliki bagian-bagian yang serupa. Yang membedakan hanyalah tata bahasa yang digunakan. Seperti halnya belajar bahasa Indonesia, bahasa Jawa, ataupun bahasa asing. Masing-masingnya memiliki bagian-bagian yang sama, yang membedakan hanyalah istilah/simbol yang digunakan dan dialek bahasa tersebut.
Di dalam artikel ini, akan dibahas mengenai bagian-bagian bahasa pemrograman procedural dengan contoh kasus bahasa Pascal dan C. Bahasa pemrograman procedural merupakan bahasa pemrograman yang melibatkan fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur sebagai sub program untuk membentuk solusi dari suatu permasalahan. Berbeda halnya dengan bahasa pemrograman yang berorientasi obyek, yang menggunakan pendekatan obyek dalam menyelesaikan suatu persoalan. Sejak dulu hingga sekarang, tentu kita mengetahui bahwa di dunia komputer terdapat beraneka ragam bahasa pemrograman. Karena begitu banyaknya jenis-jenis bahasa pemrograman, bahasa-bahasa tersebut juga dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu. Ada yang mengelompokkannya menjadi 3 level bahasa yaitu: high level (Seperti Pascal dan Basic), middle level (Seperti Bahasa C), dan low level (Seperti Bahasa Assembly). Ada juga yang mengelompokkannya menjadi procedural/functional programming, object oriented programming, dan sebagainya.

Namun pada dasarnya, bahasa-bahasa pemrograman tersebut memiliki bagian-bagian yang serupa. Yang membedakan hanyalah tata bahasa yang digunakan. Seperti halnya belajar bahasa Indonesia, bahasa Jawa, ataupun bahasa asing. Masing-masingnya memiliki bagian-bagian yang sama, yang membedakan hanyalah istilah/simbol yang digunakan dan dialek bahasa tersebut.
Di dalam artikel ini, akan dibahas mengenai bagian-bagian bahasa pemrograman procedural dengan contoh kasus bahasa Pascal dan C. Bahasa pemrograman procedural merupakan bahasa pemrograman yang melibatkan fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur sebagai sub program untuk membentuk solusi dari suatu permasalahan. Berbeda halnya dengan bahasa pemrograman yang berorientasi obyek, yang menggunakan pendekatan obyek dalam menyelesaikan suatu persoalan.

Minggu, 27 April 2008

Algoritma dan Teknik Pemrogramman

Artikel : Agustiyawan
publisher : SMK NURI Samarinda
Job : Guru Bidang Studi



BAB I
Algoritma dan Pemrogramman Terstruktur


1.1 Istilah-Istilah Dasar
Sebelum mempelajari pemrogramman terstruktur lebih lanjut, ada beberapa istilah mendasar yang perlu dipahami lebih dahulu, yaitu:
  • Program adalah kata, ekspresi, pernyataan, atau kombinasi yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan dengan menggunkan bahasa pemrogramman sehingga dapat dieksekusi oleh computer.
  • Bahasa Pemrogramman merupakan prosedut/tata cara penulisan program. Pada bahasa pemrogramman terdapat dua factor penting, yaitu syntax dan semantic. Sintax adalah aturan –aturan gramatikal yang mengatur tata cara penulisan kata, ekspresi, dan pernyataan, sedangkan semantiik adalah aturan-aturan untuk menyatakan arti
  • Pemrogramman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan suatu bahasa pemrogramman.
  • Pemrogramman Terstruktur merupakan proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program yang memiliki rancangan bangun yang terstruktur.

1.2 Algoritma Pemrogramman

Salah satu ciri teknik pemrogramman terstruktur adalah memiliki teknik pemecahan masalah yang bersifat sederhana, standar dan efektif dalam memecahkan suatu masalah. Setelah memiliki teknik pemecahan masalah yang akan digunakan, pemrogram akan mulai menyusun langkah-langkah untuk memecahkan masalah secara detail yang disebut algoritma.
Algoritma berasal dari kata algoris dan ritmis; yang pertama kali diungkapkan oleh Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al Khowarizmi (825 M) dalam bukunya Al-Jabr Wa-al Muqabla.
Dalam bidang pemrogramman, Algoritma didefinisikan sebagai suatu metode khusu yang tepat dan terdiri dari serangkaian langkah yang terstruktur dan dituliskan secara sistematis yang akan dikerjakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan bantuan computer. Hubungan antar algoritma, masalah, dan solusi dapat digambarkan sebagai berikut :




Proses dari masalah hinga terbentuknya suatu algoritma disebut tahap pemecahan masalah, sedangkan tahap dari algoritma hingga terbentuknya suatu solusi disebut dengan tahap implementasi. Solusi yang dimaksud adalah suatu program yang merupakan implementasi dari algoritma yang disusun.

1.3 Membangun dan Menulis Sebuah Program

Membangun dan menulis sebuah program bukan hanya merupakan suatu kreativitas tetapi juga merupakan sebuah penerapan disiplin ilmu secara teliti, karena program merupakan implementasi dari suatu urutan langkah guna menyelesaikan suatu masalah. Pemrogram yang baik akan menghasilkan program yang mampu memberikan solusi yang tepat dan benar. Pemrogram dapat digolongkan dalam dua jenjang, yaitu amatir dan professional. Pemrogram adalah orang yang bekerja membangun, menyusun, dan menulis suatu program atau bias disebut programmer.
Suatu hal yang cukup penting sebelum seseorang pemrogram mulai menyusun program adalah memilih bahasa pemrogramman yang akan digunakan. Fungsi bahasa pemrogramman adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami serta sebagai alat komunikasi antar pemrogram dengan computer. Secara umum bahasa pemrogramman dapat dibagi dalam 3 kelompok, yaitu :

  1. Bahasa Tingkat Rendah (Low Level Language) Bahasa tingkat rendah merupakan bahasa pemrogramman yang berorientasi pada mesin. Contoh : bahasa Assembly.
  2. Bahasa Tingkat Tinggi (High Level Language) Bahasa tingkat tinggi merupakan bahasa pemrogramman yang memiliki aturan-aturan gramatikal dalam penulisan ekspresi atau pernyataan dengan standar bahasa yang dapat dipahami secara langsung oleh manusi. Misalnya bahasa Pascal, Fortran, Cobol, Basic, bahasa C dan lain-lain.
  3. Bahasa Berorientasi Objek (Object Oriented Language) Bahasa pemrogramman yang mengandung objek-objek yang berisi fungsi-fungsi untuk penyelesaian suatu masalah. Dengan bahasa ini, pemrogram tidak lagi harus menuliskan secara detail semua pernyataan dan ekspresi seperti pada bahasa tingkat tinggi, melainkan cukup hanya dengan memasukkan kriteria-kriteria yang dikehendaki saja. Contoh : Borland Delphi, Visual Basic, Visual Foxpro, Sybase, C++, Java, Oracle dan lain-lain.

1.4 Sistematika Penulisan Program

Secara umum, sistematika pokok penulisan program terdiri dari inisialisasi, input, proses, dan output.

  • Inisilaisai
    Pada tahap ini, pemrogram harus menuliskan nama program, piranti yang akan digunakan, konstanta, variable, fungsi dan prosedur yang akan digunakan.
  • Input
    Pada tahap ini, pemrogram menuliskan perintah-perintah untuk memasukan data yang akan diproses dengan suatu prosedur.
  • Proses
    Pada tahap ketiga ini, pemrogram menuliskan proses-proses pengolahan data, baik berupa rumus matematika, statistika maupun logika, dan lain-lain.